Derap Ruhani dalam Haji – Arwani Amin Supar

DERAP RUHANI DALAM HAJI

1. Traveling Ruhani

Setelah Nabi Ibrahim as menempatkan sebagian keluarganya di dekat Ka’bah, ia berdoa kepada Allah. Pintanya

فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ
“Jadikanlah hati orang-orang senang kepada mereka” (Qs. Ibrahim/14: 37). Ketertarikan hati dan kerinduan ruhani memandu gerak jasmani untuk datang ke tanah suci ini.

Benar, bahwa bekal materi dan kesehatan mutlak diperlukan, demikian pula dengan kesehatan. Namun itu semua tidak ada artinya kalau tidak membawa bekal yang satu ini, yaitu taqwa.

Allah berfirman:
وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ
“Berbekallah, sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa” (Qs. Al-Baqarah/2: 197).

Bukankah taqwa itu berpangkal di hati dan menjadi mesin penggerak amal shalih yang dikerjakan segenap anggota badan?

2. Cukupkan Bekal

Di saat engkau memasukkan uang ke dalam tabungan, setiap itu pula hatimu tertambat di tempat tujuan. Terbanyang haru syahdu bertowaf keliling Ka’bah, dan doa bertalu-talu die padang Arofah. Berapa bekal yang harus Engkau siapkan until 40 hari perjalanan ibadah haji? Seperti apa kekhawatiranmu jika bekal tidak mencukupi? Atau bekal yang kita bawa ternyata uang palsu?

Ini mengingatkan pada pada bekal yang harus engkau siapkan until perjalanan yang lebih panjang. Bukan hanya 40 hari, melainkan selamanya di akhirat nanti. Seberapa cukup bekal yang sudah engkau siapkan? Alangkah malangnya orang yang kembali ke akhirat yang kekal tanpa bekal.

Allah set mengingatkan:
وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ
“Dan hendaklah seseorang melihat apa yang sudah ia perbuat untuk hari esok” (Qs. Al-hasyr/59: 28).

3. Kain “Kafan” Ihrom

Saat engkau membeli kain ihrom, yang hanya dua helai dan berwarna putih, ingatlah bahwa seperti itulah kostum yang nanti engkau kenakan ketika akan dimasukkan ke dalam kubur. Tidak ada harta yang engkau bawa, karena sejak kematianmu maka hartamu kembali menjadi milik Allah yang kemudian Ia bagikan kepada ahli warismu.

Ingatlah hari itu. Mintalah kepada Allah kematian husnul khatimah. Kalau dua helai kain ihrammu tidal membuatmu ingat kain kafan yang nanti membalutmu setelah kematian, mungkin engkau tidak punya hati. Mintalah kepada Allah agar berkenan menganugerahkan hati kepadamu.

4. Keranda Pesawat

Ketika engkau menaiki pesawat yang akan terbang melaju dengan cepatnya ke tanah suci, maka doa kenabian yang engkau ucapkan adalah:
سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَٰذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ * وَإِنَّا إِلَىٰ رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ
“Maha suci Allah yang telah menundukkan (kendaraan) ini kepada kami, padahal sebelumnya kami tidak mampu mengusainya. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami”(Qs. Az-Zukhruf / 43: 13 – 14).

Doa naik kendaraan mengingatkan bahwa kita dalam perjalanan kembali kepada Allah. Sekarang engkau dibahwa pesawat, besok engkau digotong dengan keranda mayat.

5. “Barzakh” Miqot

Miqot adalah tempat di mana engkau memulai haji atau umroh. Miqot ibarat garis pemisah yang akan memindahkan mu dari tanah halal ke tanah haram / tanah suci. Ini selayaknya membuatmu ingat garis pemisah antara dunia dan akhirat, yaitu alam barzakh atau alam kubur.

Di sana engkau sendiri. Ditemani oleh Amal baikmu yang membahagiakan atau perbuatan burukmu yang menyengsarakan. Alan kubur itu menjadi taman surga atau jurang api neraka.

Rasulullah bersabda:
إنَّما القبرُ روضةٌ من رياضِ الجنَّةِ أو حفرةٌ من حفرِ النَّارِ
“Sesungguhnya alam kubur itu tidal main adalah taman diantara taman-taman surga, atu jurang diantara jurang-jurang api neraka” (Hr. Tirmidzi 2460; Gharib. Ibnu Hajar Asqollani dalam takhrij misykah menilainya Hasan).

6. Masuk Msjidil-Haram

Engkau masuk kota suci Makkah, lalu tibalah do masjidil-haram dengan aman, sebagaimana Firman Allah:
وَمَنْ دَخَلَهُ كَانَ آمِنًا
“Dan siapa yang memasukinya, maka amanlah ia”(Qs. Ali-Imran/3: 97). Maka dari itu, panjatkan doa kepadaNya dan meng-iba-lah: ” Duhai Allah, sebagaimana Engkau berikan keamanan kepadaku memasuki rumahMu yang mulia, mama berikanlah pula keamanan kepadaku saat perjumpaan nanti do akhiratMu”.

Selanjutnya, engkau pun melihat Ka’bah. Biarkan air mata tertumpah menyuburkan hatimu yang lama mengalami kemarau. Agar nantinya, segala tekad dan niat mulia tumbuh berkembang menjadi amal shalih sepanjang hayat.

Jangan lupa mintyalah: “Duhai Allah, Engkau telah perkenankan aku melihat ka’bah di rumah muliaMu, maka anugerahkanlah kepada kami surga di akhirat nanti dan kesempatan melihat wajahMu yang mulia”.

Selanjutnya engkau memulai thawaf dari pojok hajar aswad. Mungkin engkau visa mengusapnya atau dengan mengangkat tangan memberi isyarat me arahnya. Pada saat itu, derap ruhani macam apa yang engkau ayunkan? Sesungguhnya engkau sedang menyatakan janji dan sumpah setia kepada Allah untuk selalu mentaatiNya. Maka jagalah janji ini, jangan engkau ciderai atau khianati.

Engkau tunaikan thawaf keliling Ka’bah tujuh Kali putaran, dilanjutkan dengan sa’i pulang pergi tujuh kali pula antara Shafa dan Marwah. Apakah hatimu ikut mebunaikan thawaf dan sa’i? Ya, mundar-mandir penuh harap agar Allah berkenan melimpahkan anugerahNya, kasih sayang dan ampunanNya, pertolongan dan taufiqNya yang menuntun kita di Jalan keridhoanNya menuju surgaNya.

7. Arafah Dan Mina

Tiada haji Tampa wkuf di Arofah. Semua Jamaah haji dari berbagai penjuru dunia dan aneka ragam bahasa tumpah ruah di sana. Setiap rombongan dipandu pembawa bendera. Pemandangan mana mengingatkan kita pada lautan manusia di padang mahsyar setelah bangkit dari kubur. Di tempat itu seluruh manusia berhimpun menunggu hisab perhitungan amal. Semoga kita termasuk umat yang berada di belakang pandu bendera nabi, bukan bendera Firaun, Qorun dan Haman.

Selanjutnya di Muzdalifah lalu di Mina, kita nyatakan perang melawan setan dan berlepas diri dari langkah-langkahnya. Untuk itu, kita melontar jumrah sesuai tuntunan nabi.

Sungguh…! Derap ruhani dalam perjalanan ibadah haji akan menjadikan setiap derap langkah kaki menjadi bermakna.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *