Makna dan Nilai Hijrah By Arwani Amin Supar

MAKNA HIJRAH

Masihkah ada hijrah? Untuk hijrah dari Makkah ke Madinah sudah tidak ada lagi, karena Makkah telah dibebaskan dari kekuasaan kaum musyrikin pada tahun 8 H yang dekenal dengan fathu Makkah.

Rasulullah saw bersabda:

لَا هِجْرَةَ بَعْدَ الْفَتْحِ، وَلَكِنْ جِهَادٌ وَنِيَّةٌ، وَإِذَا اسْتُنْفِرْتُمْ فَانْفِرُوْا

“Tidak ada hijrah setelah fathu Makkah, akan tetapi masih ada jihad dan niat. Dan apabila kalian diseru berjihad maka berangkatlah” (Hr. Bukhari 2783 dan Muslim 1353).

Sebelumnya, para sahabat tertindas di Makkah dan mengalami kesulitan dalam melaksanakan syi’ar-syi’ar Islam, maka mereka diperintahkan hijrah dari Makkah ke Madinah. Diqiyaskan dengannya, bila suatu kaum mengalami keadaan yang seperti itu, maka perintah hijrah juga berlaku bagi mereka. Ini yang disebut Hijrah Makaniyah atau pindah tempat.

Sedangkan Hijrah Ma’nawiyah yang berarti meninggalkan larangan Allah, maka ia adalah kewajiban bagi setiap orang.  Rasulullah saw bersabda:

والمُهاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عـَنْهُ

“Muhajir (orang yang berhijrah) adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah” (Hr. Muslim 6484).

Kita tidak bisa meraih keutamaan hijrah dari Makkah ke Madinah sebagaimana yang dilakikan oleh kaum Muhajirin. Tapi kita bisa melakukan amal yang setara dengannya. Yaitu beribadah kepada Allah dengan ihsan di saat fitnah dan godaan datang menghadang silih berganti.

Rasulullah saw bersabda:

العِبَادَةُ فِي الْهَرْجِ كَهِجْرَةٍ إِلَيَّ

“Beribadah di tengah situasi kacau itu seperti Hijrah kepadaku / ke Madinah” (Hr. Muslim 294).

NILAI HIJRAH

1. Tanda Kebenaran Iman

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالَّذِينَ آوَوْا وَنَصَرُوا أُولَٰئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقًّا ۚ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ

“Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki (nikmat) yang mulia” (Qs. Al-Anfal/8: 74)

2. Menghapus Dosa Masa Lalu

Rasulullah saw bersabda:

َإنَّ الْهِجْرَةَ تَهْدِمُ مَا كَانَ قَبْلِهَا

“Sesungguhnya Hijrah itu menghapus dosa sebelumnya” (Hr. Muslim).

3. Berbalas Surga Kenikmatan

الَّذِينَ آَمَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ أَعْظَمُ دَرَجَةً عِنْدَ اللَّهِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْفَائِزُونَ. يُبَشِّرُهُمْ رَبُّهُمْ بِرَحْمَةٍ مِنْهُ وَرِضْوَانٍ وَجَنَّاتٍ لَهُمْ فِيهَا نَعِيمٌ مُقِيم. خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ.

“Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta, benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan.
Tuhan mereka menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat dari pada-Nya, keridhaan dan surga, mereka memperoleh didalamnya kesenangan yang kekal,
mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.” (Qs. At-taubah/9: 20-22).

Rasulullah saw bersabda:

أَنَا زَعِيمٌ لِمَنْ آمَنَ بِي، وَأَسْلَمَ، وَهَاجَرَ بِبَيْتٍ فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ، وَبِبَيْتٍ فِي وَسَطِ  الْجَنَّة

“Aku menjamin orang yang beriman kepadaku,  berislam dan berhijrah mendapatkan rumah di sisi dan tengah surga” (Hr. Nasai 3099).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *