BUAH TANGAN HAJI by Arwani Amin

Tidak lama lagi kita akan tiba di tanah air. Sebelum pulang, bolehlah membeli oleh-oleh seperlunya untuk keluarga dan handai tolan sebagai hadiah. Ya, sekedar cinderamata untuk menguatkan ikatan hati dan kasih sayang. Tentunya, jangan sampai memberatkan atau berlebihan.

Tapi jangan lupa oleh-oleh utama yang sangat dinantikan. Jangan sampai kita lupa membawanya ke tanah air, karena daerah kita bahkan bangsa kita sangat membutuhkannya. Berikut inilah oleh-oleh istimewa tersebut.

1. Ukhuwah Islamiyah
Setiap muslim, apapaun ras dan kebangsaannya adalah saudara kita. Ikatan la ilaha illallah melintasi semua batas geografis, trans nations, atau lintas negara. Inilah yang sangat kita rasakan selama di tanah suci. Kita berbaur dengan para jama’ah haji lainnya dari berbagai negara di seluruh dunia. Allah swt berfirman:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ

“Tidak lain, sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara” (Qs. Al-hujurat/49:10).

Inilah ikatan persaudaraan yang paling kuat. Ikatan yang menyatukan Shuhaib Arrumi dari Romawi, Salman Alfarisi dari Persia dan Bilal Alhabsyi dari Etiopia dengan para sahabat dari Makkah, Madinah, Yaman dan lainnya bersama Rasulullah saw. Dengan ikatan inilah, peperangan antara suku Aus dan Khazraj di Madinah yang telah berlangsung ratusan tahun bisa diakhiri untuk selamanya.

2. Menjadi Ahli Masjid

Kita sudah menyempurnakan rukun Islam yang kelima. Maka sudah sepantasnya, bahkan seharusnya, kita berusaha menjaga shalat berjama’ah di masjid. Atau dengan kata lain menjadi ahli masjid. Sebagaimana ketika berada di tanah suci. Selalu menjaga shalat jamaah di masjidil haram, di masjid nabawi dan masjid terdekat dengan tempat menginap. Bahkan sudah siap di masjid sebelum adzan.

Allah swt memberi kesaksian bahwa ahli masjid itu adalah orang beriman. “Tidak lain yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah….” (Qs. At-taubah/9:18).

Kita juga diperintahkan memberi kesaksian bahwa ahli masjid itu adalah orang beriman. Rasulullah saw bersabda:

إذا رَأَيْتُمُ الرَّجُلَ يَعْتَادُ المَسَاجِدَ فَاشْهَدُوا لَهُ بالإيمَانِ

“Jika kalian melihat seorang laki-laki yang biasa ke masjid, maka berikanlah kesaksian bahwa ia adalah orang beriman…” (Hr. Tirmidzi; Hasan).

Dan di hari akhirat nanti, di padang mahsyar, seorang ahli masjid akan termasuk tujuh golongan yang mendapat naungan dari Allah. Yaitu “Orang yang hatinya terikat dengan masjid” (Hr. Bukhari dan Muslim).

3. Tasamuh

Tasamuh berarti toleran. Akhlak ini membuat kita suka memberi kemudahan kepada orang lain., bukan mempersulit. Kita suka memaafkan, bukan mendendam. Di tanah suci, kita bertemu dengan jutaan orang dari berbagai negara dengan beragam kebiasaan. Di sinilah kita berlatih toleran. Tidak suka memaksakan kehendak apalagi disertai dengan amarah.

Orang yang toleran akan disukai banyak orang. Bukan hanya orang di sekitarnya yang menaruh simpati kepadanya. Melainkan lebih dari itu, Allah swt pun menyayanginya. Rasulullah saw bersabda:

رَحِمَ اللهُ رَجُلاً سَمْحاً إِذَا بَاعَ ، وَإِذَا اشْتَرَى ، وَإِذَا اقْتَضَى

“Allah menyayangi seseorang yang memberi kemudahan ketika menjual, ketika membeli, dan ketika menuntut hak” (Hr. Bukhari).

4. Buatlah Peninggalan

Sebagai tanda bahwa Engkau pernah berada di sini, di dunia ini,uatlah peninggalan. Maka di saat nanti Engkau sudah berada di alam kubur, peninggalan tersebut selalu mengalirkan pahala yang tidak mengenal henti. Yaitu ilmu yang bermanfaat, amal jariyah dan anak shalih yang setia mendoakan. Siapkanlah sebelum pergi…! Ya, sebelum pergi meninggalkan dunia ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *