MENUNGGU SHALAT by Arwani Amin

Barang kali selama ini ada diantara kita yang lebih senang ditungga oleh shalat dibanding menunggu shalat. Alhamdulillah, kini kita bersama-sama para jamaah haji lainnya berlomba-lomba menunggu datangnya waktu shalat di masjid. Kita telah siap di masjid, jauh sebelum adzan dikumandangkan.

Berbahagialah, karena banyak keutamaan yang kita peroleh ketika kita datang ke masjid lebih awal, dan menunggu ditunaikannya shalat berjama’ah. Antara lain:

1. Menunggu Shalat = Shalat

Sungguh ini merupakan kenikmatan besar dari Allah. Kita perlu selalu menghadirkan makna ini dalam suasana ruhani kita, bahwa Keutamaan menunggu shalat itu sama dengan keutamaan shalat itu sendiri. Subhanallah …! Rasulullah saw bersabda:

لَا يَزَالُ الْعَبْدُ فِيْ صَلَاةٍ مَا كَانَ فِي الْمَسْجِدِ يَنْتَظِرُ الصَّلَاةَ

“Seseorang seorang hamba senantiasa dalam (keutamaan) shalat, selagi ia berada di masjid menunggu shalat”. (Hr. Bukhari).

Rasulullah saw pernah mengakhirkan shalat isya’ berjama’ah hingga larut malam. Sebagaian sahabat ada yang kemudian menunaikan shalat tanpa menunggu nabi, lalu mereka pulang istirahat dan tidur. Sebagian lainnya tetap menunggu sampai terkantuk-kantuk, agar tetap bisa berjama’ah shalat isya bersama nabi. Beliau bersabda kepada mereka:

صَلَّى النَّاسُ وَرَقَدُوْا ، وَلَمْ تَزَالُوْا فِيْ صَلاَةٍ مُنْذُ انْتَظَرْتُمُوهَا

“Orang-orang sudah menunaikan shalat dan tidur. Sedangkan kalian senantiasa dalam (keutamaan) shalat, sejak kalian menunggunya” (Hr. Bukhari).

2. Dido’akan Malaikat

Beruntunglah orang yang didoakan malaikat, karena malaikat adalah makhluk yang selalu patuh kepada perintah Allah dan tidak pernah berbuat maksiat. Tentu do’anya mustajab. Malaikat mendo’akan agar kita diampuni dan disayangi Allah.
Rasulullah saw bersabda:

الْمَلائِكَةُ تُصَلِّي عَلَى أَحَدِكُمْ مَا دَامَ فِي مُصَلاَّهُ الَّذِي صَلَّى فِيهِ، مَا لَمْ يُحْدِثْ، تَقُولُ : اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ ، اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ

“Malaikat mendo’akan seseorang diantara kalian, selagi ia berada di tempat (masjid) dimana ia melaksanakan shalat, dan selagi belum hadats. Do’anya :

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ ، اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ

‘Ya Allah, ampuni dia. Ya Allah, sayangi dia’ “ (Hr. Bukhari)

3. Bernilai Ribath

Dalam suasana perang di jalan Allah, semua celah yang mungkin akan ditembus oleh musuh harus dijaga. Ribath adalah menjaga celah tersebut dengan siaga penuh agar keamanan umat dan dan kehormatannya terlindungi. Rasulullah saw menjelaskan keutamaan ribath dalam sabdanya: “Ribath satu hari di jalan Allah itu lebih baik dari dunia seisinya” (Hr. Bukhari dan Muslim).

Kita siap siaga di masjid menunggu shalat berjama’ah, maka kita mendapatkan keutamaan ribath tersebut. Rasulullah saw bersabda:

إسْبَاغُ الوُضُوءِ عَلَى المَكَارِهِ ، وَكَثْرَةُ الْخُطَا إلَى المَسَاجِدِ ، وَانْتِظَارُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الصَّلاَةِ ، فَذَلِكُمُ الرِّبَاطُ ، فذَلِكُمُ الرِّبَاطُ

“Menyempurnakan wudhu di saat sulit, banyak langkah ke masjid, dan menunggu shalat setelah shalat, itulah ribath, itulah ribath”. (Hr. Muslim).

Mari kita saling menguatkan untuk meraih keutamaan menunggu shalat. Pintu kebaikan itu terbuka lebar di hadapan kita. Kita masih hidup, brbadan sehat dan punya kesempatan. Bersegaralah…! Siapa tahu besok sudah tertutup.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *