KITA DI MADINAH by Arwani Amin

Thala’al badru ‘alaina, min tsaniyyatil wadda’. Purnama datang kepada kita, dari arah tsaniyatil wada’. Begitulah senandung para remaja putri sambil memukul rebana, menyambut kedatangan nabi Muhammad saw di Madinah. Kota yang tadinya bernama Yatsrib. Setibanya rasulullah saw disana, ia berganti nama, menjadi Madinah. Al-Madinatul Munawwaroh, atau Madinah yang Bercahaya.

Alhamdulillah, sekarang kita berlabuh di Madinah. Di sini, iman kita disaring. Orang beriman merasa senang berada di sini, bersabar dengan medan dan keadaan yang ada, dan berbuat baik kepada penduduknya.

Apa kata Rasulullah saw soal Madinah?

1. Tempat Berlabuhnya iman

Keimanan yang terhujam dalam hati membuat seseorang cinta kepada Madinah, dan ingin bisa berada di sana, walau hanya beberapa waktu. Pantang bagi seorang mukmin punya perasaan tidak betah di Madinah, atau ingin cepat-cepat meninggalkannya.

Rasulullah saw bersabda:

إِنَّ الْإِيمَانَ لَيَأْرِزُ إِلَى الْمَدِينَةِ كَمَا تَأْرِزُ الْحَيَّةُ إِلَى جُحْرِهَا

“Sesungguhnya iman itu berlabuh ke Madinah seperti ular berlindung ke liangnya” (Hr. Bukhari)

Dahulu, sebelum fathu Fakkah, para sahabat rela berkorban apa saja demi berhijrah ke Madinah, hidup bersama orang yang paling mereka cintai, yaitu nabi Muhammad saw.

2. Bersabar di Madinah

Barang kali ada diantara kita yang kaget dengan cuaca di sini. Itu penyesuaian. Nikmatilah dengan kesabaran, agar di akhirat nanti memperoleh syafaat atau kesaksian Rasulullah saw.

Beliau bersabda:

وَلَا يَثْبُتُ أَحَدٌ عَلَى لَأْوَائِهَا وَجَهْدِهَا إِلَّا كُنْتُ لَهُ شَفِيعًا أَوْ شَهِيدًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Dan tidaklah seseorang bersabar atas kesulitan di Madinah, melainkan aku menjadi pemberi syafaat atau saksi baginya pada hari kiamat ” (Hr. Muslim).

3. Hindari Perilaku Jahat

Berbuat buruk kepada orang lain di Madinah, terutama kepada penduduknya, harus kita jauhi. Yang demikian itu agar kita terhindar dari laknat Allah.

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ أَحْدَثَ فِيهَا حَدَثًا أَوْ آوَى مُحْدِثًا فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللَّهِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ لَا يُقْبَلُ مِنْهُ صَرْفٌ وَلَاعَدْلٌ

“Barang siapa melakukan kejahatan di dalamnya (Madinah), atau melindungi pelaku kejahatan, maka ia dilaknat oleh Allah, malaikat dan manusia seluruhnya. Allah tidak menerima penggantian dan tebusan darinya” (Hr. Bukhari).

4. Do’a Barokah

Secara special, Nabi saw telah mendo’akan keberkahan untuk Madinah dan segala rizki yang ada di dalamnya.

Do’a beliau:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي مَدِينَتِنَا وَفِي ثِمَارِنَا وَفِي مُدِّنَا وَفِي صَاعِنَا بَرَكَةً مَعَ بَرَكَةٍ

“Ya Allah, berikanlah barokah kepada kami di Madinah kami, buah-buahan kami, takaran mud kami dan takaran sha’ kami dengan keberkahan yang berlipat” (Hr. Muslim).

Cintailah Madinah, dan nikmatilah hari-harinya dengan penuh kesyukuran. Kesyukuran beribadah dan berbuat baik kepada sesama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *