TIBA di MAKKAH by Arwani Amin

Alhamdulillah, kita telah sampai di kota Makkah, tempat mula pertama malaikat Jibril menyampaikan wahyu Allah kepada nabi Muhammad saw. Malaikat terpercaya di langit bertemu dengan manusia terpercaya di bumi. Aminus-sama’ bertemu aminul-ardhi.

Terimakasih ya Allah. Segala puji bagi-Mu, puji sepenuh bumi, puji sepenuh langit dan puji sepenuh yang Engkau kehendaki sesudah itu. Engkau mengizinkan kami menapakkan kaki di tempat yang mulia dan suci ini.

1. Untuk Kekasih

Kita telah berada di tempat yang dipilihkan Allah untuk kekasihNya, yakni nabi Ibrahim dan keturunannya. Allah swt berfirman:

وَإِذْ بَوَّأْنَا لِإِبْرَاهِيمَ مَكَانَ الْبَيْتِ

“Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah (Qs. Alhajj: 26)”

Ya, yang dari garis keturunan nabi Ibrahim as, lahirlah nabi Muhammad saw. Maka dari itu, jagalah adab, perbaikilah akhlak, dan mohonlah kepada Allah akan kasih sayangNya.

Ya Allah, kami datang ke tempat yang Engkau piilihkan untuk kekasihMu. Jadikan kami pula – ya Allah – termasuk orang-orang yang Engkau kasihi.

Hendaknya menjadi renungan kita, bahwa setibanya nabi Ibrahim di Makkah, Allah berpesan kepadanya:

أَنْ لَا تُشْرِكْ بِي شَيْئًا , وَطَهِّرْ بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْقَائِمِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ

“Janganlah kamu mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku, dan sucikanlah rumah-Ku ini bagi orang-orang yang tawaf, orang-orang yang beribadah dan orang-orang yang rukuk dan sujud. (Qs. Alhajj/22: 26)

Pahamilah bahwa pesan itu juga berlaku untuk kita. Maka dari itu, hindari perbuatan syirik, jaga kebersihan dan kesucian masjid, hormati dan berbuat baiklah kepada orang-orang yang beribadah di sana.

2. Terjamin Aman

Kita berada baladil-haram, tanah yang suci dan mulia, sebagai tempat yang aman. Allah berfitman:

وَمَنْ دَخَلَهُ كَانَ آمِنًا

“Dan siapa yang memasukinya, ia dijamin keamanannya” (Qs. Ali imran/3: 97)

Ya Allah, Engkau telah memberi keamanan kepada kami di dunia, ketika kami memasuki tempat yang Engkau sucikan ini. Duhai Allah, berikanlah pula keamanan kepada kami, pada saat nanti kami memasuki negeri akhirat. Aman dari kemurkaanMu dan aman dari siksa api neraka.

3. Pusaran Bangsa-bangsa

Kita telah berada di baitullah, tempat berhimpunnya seluruh jenis bangsa. Dari mana sajakah mereka? Ya, dari mana saja di antero jagat ini. Allah berfirman:

وَإِذْ جَعَلْنَا الْبَيْتَ مَثَابَةً لِلنَّاسِ وَأَمْنًا

Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman”. (Qs. Al-Baqarah : 125)

Islam untuk semua. Semua yang ada di muka bumi ini. Tidak ada kemulian bagi suatu bangsa atas bangsa yang lain karena rasnya. Yang menjadi tolok ukur adalah ketakwaannya. Bangsa yang paling bertakwa, merekalah yang paling mulia.

Maka jalinlah ukhuwah islamiyah. Ukhuwah Islamiyah merupakan persaudaraan lintas negara, bangsa, ras, dan warna kulit. Seluruh umat Islam, di negara mana saja mereka tinggal, adalah saudara kita. Kita semua saudara.

Kita telah disatukan oleh la ilaha illah. Islam menjadi ayah kita, dan iman menjadi ibu kita. Kita saudara se-ayah si-ibu. Tolonglah siapa saja yang membutuhkan pertolongan. Dan bantulah siapa saja yang memerlukan bantuan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *