Haji Perjalanan Istimewa

Haji Perjalanan Istimewa

KH. Arwani Amin, Lc, MHI

  • Haru Syukur

Pada bulan ini, para jama’ah calon haji dari Indonesia mulai diberangkatkan. Hujan air mata, seringkali mengiringi kebahagiaan yang memuncak. Syukur semakin bertambah, dan haru membasahi kalbu, saat sanak famili menghantar keberangkatan mereka ke tanah suci.

Labbaik Allahumma labbaik… Aku datang menyambut panggilanMu, ya Allah.

Sekiranya Makkah bisa dijangkau dengan berjalan kaki, pasti setiap muslim tidak akan menghitung-hitung berapa ribu langkah yang akan ia ayunkan untuk menuju ke sana. Sungguh, kerinduan akan mengalahkan segala kesulitan.

Namun kita harus melewati samudera lepas, gunung yang menjulang tinggi, tebing yang terjal dan hutan belantara. Maka dari itu, kita perlu bekal dan kendaraan, baik kapal laut maupun kapal udara.

Rasulullah saw menjelaskan bahwa faktor kemampuan (istitho’ah) yang paling mendasar sehingga seseorang wajib menunaikan haji adalah “azzadu war rahilah”, yaitu “bekal dan kendaraan” (Hr. Ibnu Majah).

Allah swt berfirman:
وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ
“Menunaikan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barang siapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (Qs. Ali Imran/3: 97)

Bagi yang sedang merintis menuju kemampuan, semoga Allah memberi kemudahan. Bagi yang sudah mampu, maka haji baginya adalah wajib. Bersegeralah…! Jangan menunda-nunda, karena kita tidak tahu apa halangan yang mungkin terjadi esok. Dan bagi yang sedang bersiap-siap berangkat, nikmatilah hari-hari indah perjalanan haji. Bersyukurlah bisa menyambut panggilan Allah ke tanah suci. Dan berbahagialah…selamat berkunjung ke baitullah, rumah Allah.

  • Nilai Biaya Haji

1. Amal Berlipat
Sedidikit demi sedikit, kita sisihkan sebagian harta untuk kita tabung. Setelah cukup, kita bayarkan untuk perjalanan haji. Mungkin berpuluh-puluh tahun kita mengumpulkannya. Yakinlah, nilai harta yang kita gunakan untuk perjalanan haji pasti menjadi berlipat ganda di sisi Allah, tidak hilang. Mengapa? Karena kita telah meletakkannya di Tangan Allah untuk menyambut panggilanNya dan menghampiri kasih sayangNya.

Rasulullah saw bersabda:
اَلنَّفَقَةُ فِي الْحَجِّ كَالنَّفَقَةِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِسَبْعِ مِائَةِ ضِعْفٍ
“Biaya haji itu nilainya seperti biaya jihad fi sabilillah. Dilipat gandakan 700 kali” (Hr. Ahmad). Benar, justru harta yang masih ada di tangan kita yang akan sirna, sedangkan yang di tangan Allah akan kekal abadi.

2. Pasti diganti

Tak ada ceritanya orang jatuh miskin gara-gara pergi haji. Yang terjadi justru sebaliknya. Hati semakin lapang, urusan semakin mudah, hidup semakin berkah dan rizki bertambah. Allah pasti memberi ganti, karena itu merupakan janjiNya. Dan siapa yang lebih memenuhi janjinya dibanding Allah?

Allah swt berfirman:
وَمَاأَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ, وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ
Dan apa saja yang kamu infakkan, maka Allah akan menggantinya, dan Dia lah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya. (Qs. Saba’ : 39)

Bersiaplah dengan syukur sepenuh jiwa, untuk menyambut datangnya rizki pengganti dari Allah, atas biaya yang kita bayarkan untuk keberangkatan haji.

  • Menuju Tempat Istemewa

Ketika layar telah terkembang dan pesawat telah lepas landas, maka haru biru kerinduan semakin membuncah. Kita akan tiba di tanah suci? Tempat mula pertama malaikat terpercaya dan manusia terpercaya bertemu? Jibril as dan nabi Muhammad saw? Untuk menyampaikan dan menerima alquran yang diwahyukan? Allahu Akbar…!

Terimakasih ya Allah. Segala puji bagi-Mu, puji sepenuh bumi, puji sepenuh langit dan puji sepenuh yang Engkau kehendaki sesudah itu.

Tempat yang kita tuju, bukanlah sembarang tempat. Melainkan tempat yang mulia dan istimewa.

1. Untuk Kekasih

Kita akan datang ke tempat yang dipilihkan Allah untuk kekasihNya, yakni nabi Ibrahim dan keturunannya. Allah swt berfirman:
وَإِذْ بَوَّأْنَا لِإِبْرَاهِيمَ مَكَانَ الْبَيْتِ
“Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah (Qs. Alhajj: 26)”

Jadi? Ya, kita akan menuju tempat yang dipilihkan oleh Allah untuk hamba yang dikasihiNya. Yaitu nabi Ibrahim Khalilullah, yang dari garis keturunannya, lahirlah nabi akhir zaman, nabi Muhammad saw. Maka dari itu, jagalah adab, perbaikilah akhlak, dan mohonlah kepada Allah akan kasih sayangNya.

Ya Allah, kami datang ke tempat yang Engkau piilihkan untuk kekasihMu. Jadikan kami – ya Allah – termasuk orang-orang yang Engkau kasihi.

Hendaknya menjadi renungan kita, bahwa setibanya nabi Ibrahim di Makkah, Allah berpesan kepadanya:
أَنْ لَا تُشْرِكْ بِي شَيْئًا , وَطَهِّرْ بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْقَائِمِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ
“Janganlah kamu mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku, dan sucikanlah rumah-Ku ini bagi orang-orang yang tawaf, orang-orang yang beribadah dan orang-orang yang rukuk dan sujud. (Qs. Alhajj/22: 26)

Pahamilah bahwa pesan itu juga berlaku untuk kita. Maka dari itu, hindari perbuatan syirik, jaga kebersihan dan kesucian masjid, hormati dan berbuat baiklah kepada orang-orang yang beribadah di sana.

2. Terjamin Aman

Kita akan datang ke masjid yang suci dan mulia, yaitu masjidil-haram, sebagai tempat yang aman. Allah berfitman:
وَمَنْ دَخَلَهُ كَانَ آمِنًا
“Dan siapa yang memasukinya, ia dijamin keamanannya” (Qs. Ali imran/3: 97)

Ya Allah, Engkau telah memberi keamanan kepada kami di dunia, ketika kami memasuki tempat yang Engkau sucikan ini. Duhai Allah, berikanlah pula keamanan kepadai kami pada saat nanti kami memasuki negeri akhirat dalam perjumpaan dengan-Mu. Keamanan dari kemurkaanMu dan keamanan dari siksa api neraka.

3. Pusaran Bangsa-bangsa

Kita akan datang ke tempat berhimpunnya seluruh jenis bangsa. Dari mana sajakah mereka? Ya, dari mana saja di antero jagat ini. Allah berfirman:
وَإِذْ جَعَلْنَا الْبَيْتَ مَثَابَةً لِلنَّاسِ وَأَمْنًا
Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman”. (Qs. Al-Baqarah : 125)

Islam untuk semua. Semua yang ada di muka bumi ini. Tidak ada kemulian bagi suatu bangsa atas bangsa yang lain karena rasnya. Yang menjadi tolok ukur adalah ketakwaannya. Bangsa yang paling bertakwa, merekalah yang paling mulia.

Maka jalinlah ukhuwah islamiyah. Ukhuwah Islamiyah merupakan persaudaraan lintas negara, bangsa, ras, dan warna kulit. Seluruh umat Islam, di negara mana saja mereka tinggal, adalah saudara kita. Kita semua saudara.

Kita telah disatukan oleh la ilaha illah. Islam menjadi ayah kita, dan iman menjadi ibu kita. Kita saudara se-ayah si-ibu. Tolonglah siapa saja yang membutuhkan pertolongan. Dan bantulah siapa saja yang memerlukan bantuan.

3. Plus 100.000 Kali

Kita akan datang ke tempat yang amal kita dilipat gandakan 100.000 kali lipat. Beruntunglah orang yang cerdas memanfaatkan kesembapatan ema selama di tanah suci. Berbagai peluang kebaikan dan beragam amal ibadah terbantang luas. Fastabiqul-khairat…! Berlombalah menyambut kabaikan…!

Rasulullah saw bersabda:
صَلَاةٌ فِي مَسْجِدِيْ أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ صَلَاةٍ فِيمَا سِوَاهُ إِلَّا الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ, وَصَلَاةٌ فِي الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَفْضَلُ مِنْ مِائَةِ أَلْفِ صَلَاةٍ فِيمَا سِوَاهُ
“Shalat di masjidku (masjid nabawi) seribu kali lebih utama dibanding shalat di masjid lainnya, kecuali masjidil haram. Sedangkan shalat di masjidil haram seratus ribu lebih utama dari pada shalat di masjid lainnya” (Hr. Ibnu Majah).

Tak ada alasan bermalas-malasan. Keutamaan yang begitu besar jangan disia-siakan. Jagalah shalat berjama’ah di masjid. Gapailah berlimpahnya keutamaan sebagai anugrah Allah untuk menghapus semua dosa-dosa kita.

  • Selamat Jalan

Tamu wajib dimuliakan. Begitlah rasulullah saw mengajari umatnya. Lalu bagaimana kalau Allah sendiri yang menjadi tuan rumah? Pasti Allah lebih tahu bagaimana memuliakan tamuNya. Bukankah para jamaah haji adalah tamu-tamu Allah? Jangan khawatir. Allah tidak akan menyia-nyiakan, apalagi menghinakan tamuNya. Selamat jalan saudaraku… Fi amanillah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *